Saturday, 23 May 2020

BERTUALANG SENDIRI DI MAGIC WORLD PENANG

Hola again from Penang 😉

Di sela-sela petualanganku di Penang Heritage Walk, aku menyempatkan diri bermain di Magic World Penang. Sebenarnya ini tidak disengaja, sih. Waktu aku berkeliling aku sempat memanfaatkan aplikasi Google Map dan ada yang menarik perhatianku. Magic World Penang, yang awalnya aku kira salah satu nama street art yang sedang aku cari. Setelah satu ruas jalan aku telusuri, aku tidak melihat satu pun street art terpampang nyata di sana. Ternyata setelah bolak-balik aku baru melihat adanya tulisan Magic World Penang di sebuah ruko di sisi jalan. Awalnya agak ragu untuk masuk, namun rasa penasaranku mengalahkannya.

But seriously, I wanna tell you this is not a fun place to visit solo! 
I enjoyed it but not that max! 

Labirin Kaca


Tiket dibeli di konter depan seharga 25 ringgit untuk turis asing / bukan pemegang MyKad (sejenis KTP untuk orang Malaysia). Setelah itu kita akan diantar ke pintu masuk kemudian kita akan ditinggalkan disitu untuk masuk sendiri. Hal pertama yang akan kita temui adalah semacam labirin kaca dan kita harus menemukan jalan keluar dari sana. Aku merasa tersesat di sini dan hampir tidak bisa keluar. It took me longer than I expected. Beberapa kali juga menabrak kaca. Lucu sih, tapi seharusnya ada teman.

Bersama Lampu Jalan















Setelah berhasil keluar dari labirin kaca yang memusingkan, aku pun mulai bingung. Hanya aku yang ada di dalam sana. What should I do here? begitu pikiriku. Aku pun maju mundur cantik mengecek satu per satu properti foto yang ada dan membayangkan pose apa yang harus buat di sini. Because I had no idea what should I do there, akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu dan menuju ke ruangan lain yang mungkin memiliki kejutan lain. Sebelum aku sempat masuk ke ruangan berikutnya, seorang petugas pun masuk. Aku terkejut, dari mana datangnya? Ternyata ada pintu staf di sana. 

Petugas tersebut ternyata yang kemudian membantu aku untuk mengambil foto-fotoku di Magic World ini. Ini beberapa foto hasil jepretan Mas petugasnya. 

Halooooo


Helpppppppp

Time for Gym


Magic World ini dibagi menjadi beberapa ruangan dan di setiap ruangan akan ada petugas yang siap membantu kita mengambil foto. 


Silent....


No comment haha

Ada satu wahana di mana kita dilarang menggunakan kamera handphone untuk mengambil fotonya. Foto yang diambil harus menggunakan kamera mereka dan mereka mengenakan biaya sekitar 10 atau 15 ringgit jika kita meminta mereka untuk mengirimkan hasilnya ke e-mail dan kita pilih salah satu untuk dicetak. Tempatnya memang menarik sekali dan sayang jika dilewatkan..ha..ha.. Baiklah untuk kali ini aku berdamai dengan uang, aku pun mengikhlaskannya karena memang hasil fotonya lumayan bagus. 


Indah Sekali


Sok Asikk haha

Ada satu wahana yang menurutku lumayan seru untuk dinikmati sendiri. Wahana tersebut mengharuskan kita men-download aplikasi Magic World kemudian kita akan diarahkan oleh petugas unuk beraksi sesuai latar belakang kita. Hasil video yang diambil terlihat nyata seperti di dalam film animasi. Ini ada dua video yang berhasil diabadikan oleh petugas watch here. Ada dua latar belakang yang berbeda. Seharusnya ada satu lagi, tetapi latar belakangnya lebih cocok untuk grup. Sebenarnya aku merasa kurang puas dengan hasil video-nya yang kurang rapi, tetapi aku memaklumi mungkin mereka sudah lelah. Video nya cukup lucu, kok.

Setelah puas dengan pengambilan video, aku pun beranjak ke ruangan lain. Ruangan tersebut merupakan sebuah ruangan yang di desain seperti kutub Utara, lengkap dengan salju, igloo dan beruangnya. Suhu di ruangan tersebut juga dibuat sedingin mungkin agar semakin terasa suasana kutubnya. Ruangan tersebut juga merupakan sebuah kafe yang menyediakan kue dan minuman. Kita bisa bersantai sejenak di kafe tersebut yang dikelilingi "salju". 

Beruang Kutub


Cukup Dingin 


Setelah puas berfoto dan berkeliling di "kutub" ini, aku pun keluar dan mengakhiri petualanganku. Saranku untuk mengunjungi tempat ini, ajaklah beberapa teman pasti akan seru. 


Thank you for reading my story. Nos vemos!

Kirei Khan






















Sunday, 17 May 2020

TANTANGAN DARI CASIO : MENCARI STREET ART DI GEORGE TOWN

Jum'at, 8 November 2019
(Postingan sebelumnya sudah aku edit, seharusnya tanggal 7 November 2019 😁)


Hola!

Hari ini hari ketiga aku di Penang. Hari sebelumnya, ketika aku dan Casio akan berpisah di gang menuju hostel kami masing-masing, dia memberiku dua buah kertas lebar. Satu lembar adalah Penang Tourist Map yang berisi tempat-tempat wisata yang ada di Penang. Satu lembar lagi adalah Making George Town, yang berisi kumpulan street art yang ada di George Town. 

"I have found all of the popular street arts!" kata Casio bangga. 
"Wah, you must be walked  so far," komentarku.
"Yeah I did. These map, I give for you. You can play the game tomorrow, find those arts!" kata Casio menantang. 
"Alright, challenge accepted..ha..ha" dan kami pun berpisah. 

Pagi itu ternyata hujan, jadi aku kembali mager dan tidur-tiduran sambil baca buku di hostel. Seperti biasa, aku memang berencana untuk mandi sedikit lebih siang. Setelah hujan reda, sarapan dan mandi, aku pun langsung beranjak keluar hostel. Ternyata selama aku mandi mataharinya sudah muncul dan selama berjalan aku kepanasan, lalu damn aku lupa sunglasses ku ha..ha.. biarlah

Aku berjalan kaki menelusuri jejeran pertokoan di George Town. Suasana kota yang tua pun terasa. Bangunan ruko-rukonya terlihat tua. Aku terus berjalan. Menyambangi toko buku yang menjual buku-buku sejarah tentang Penang dan beberapa kerajinan lokal. Lalu aku keluar kembali menelusuri gang demi gang untuk mencari street art-nya. 

Gang pertama, art pertama yang aku temui! Yeayyy!!!
Aku langsung merasa girang dan tak lupa aku mengabadikannya di kamera ponselku. Oh iya street art di George Town ada dua macam. Pertama yang sudah terkenal yaitu beberapa lukisan di tembok yang dibuat sedemikian rupa sehingga seperti hidup karena diberi properti seperti sepeda, motor, gerobak dan ayunan. Kedua yaitu berupa besi batangan yang dibentuk menjadi patung dan berisi cerita tentang kehidupan orang-orang di Penang. Bentuknya pun menyerupai komik jadi lebih menarik dan lucu. Casio lebih fokus ke art yang sudah terkenal yaitu lukisan di tembok, tetapi aku sepertinya lebih menyukai yang terbuat dari batangan besi. Tetapi aku tetap mencari keduanya.


Born Novelist at Lumut Lane

Sebelum aku melanjutkan petualangan ini, aku berhenti sejenak untuk mampir ke seorang pelukis hena. Ini sepertinya menjadi hal yang aku sukai ketika berkunjung ke Malaysia. Menghias tangan dengan hena yang sangat indah. Seperti pengantin, tetapi bukan..ha..ha.. Tarif yang ditawarkan untuk menghias satu tangan adalah 10 ringgit. Ketika lukisan tanganku sudah selesai, perias hena buru-buru hendak menutup lapaknya. Tahu begitu bisa minta diskon..ha..ha..

Melukis Tangan dengan Hena 

Sembari menunggu lukisan tanganku kering, aku berjalan-jalan santai sembari memperhatikan orang-orang yang sibuk dengan kameranya. Tempat ini selalu ramai pengunjung. Kebanyakan dari mereka sengaja datang dengan membawa kamera-kamera mereka untuk mengambil foto karena tempat ini sangat menarik untuk dijadikan tempat berfoto. Deretan toko-toko yang unik, tempat makan dan street art yang tersebar di Penang Heritage Walk ini sangat menarik wisatawan.

Hari itu sungguh panas dan tenggorokan tidak bisa diajak kerja sama kalau hanya minum air putih. Bahaya. Aku pun mampir ke salah satu kedai jajanan di sebuah gang. Disana mereka menjual macam-macam camilan dannnnnnn....boba ha..ha.. tentu saja aku tidak bisa melewatkan ini. Aku memesan boba milk tea dan sate ayam yang disajikan di dalam gelas boba. Sekitar setengah jam aku menunggu boba dan sate yang sepertinya enak sekali. Namun betapa kecewanya ketika makanan tersebut datang, tidak enak sama sekali. Boba nya sudah mengeras dan sataenya tidak seperti sate di Indonesia (hey ini di Malaysia, ya beda lah..ha..ha..). Ya sudahlah, mau bagaimana lagi.

Kedai Penjual Sate dalam Gelas 

Penampakan Sate dalam Gelas 

Setelah cukup "kenyang" aku pun melanjutkan petualanganku, kembali mencari street art yang tersembunyi. Aku menelusuri deretan toko-toko yang menjual souvenir khas Penang dan kedai makan yang lucu-lucu. Aku menelusuri setiap gang demi mendapatkan kejutan itu. Sangat seru. Aku hanya berharap tidak bertemu seekor anjing pun di gang-gang sempit yang sepi..ha..ha..

Ada pemandangan yang menarik setelah aku puas memotret beberapa spot, serombongan orang sedang antri memadati sesuatu. Ah, aku harus mengeceknya. Ternyata mereka sedang sibuk mengantri untuk berfoto di salah satu street art yang terkenal. Street art ini berupa seorang gadis cilik yang sedang bermain sepeda membonceng adiknya di belakang. Cerita di balik street art karya Zacharevic yang terletak di Armenian street ini bisa dibaca di sini.  Untuk mengambil foto di sini, aku harus rela mengantri menunggu beberapa orang berfoto dengan gayanya masing-masing. Banyak yang berfoto dengan teman-temannya, tidak sedikit pula yang hanya seorang diri sepertiku. Aku memang sengaja ingin mengambil foto street art nya saja, selain karena harus mengantri, tidak ada yang bisa mengambilkan fotoku (nasib solo traveler).

Kakak beradik di atas sepeda

Aku berhasil menemukan beberapa street art yang terkenal setelah cukup lama berjalan. Ternyata tanpa sadar aku sudah berjalan kaki selama kurang lebih tiga jam di kawasan ini. Wah berapa kalori yang sudah dibakar ya? ha..ha..








Salah satu favoritku adalah Boy on the Motorcycle di Lebuh Ah Quee yang masih karya dari Zacharevic. Selain ketika itu tempatnya sepi hasil jepretan kamera handphoneku lumayan bagus. Jika kita berjalan sedikit lagi ke belakang akan kita temui Bruce Lee.

Boy on the Motorcycle 

Bruce Lee

Ada steel rod art yang menarik perhatianku di Gat Lebuh Chulia. Karena kedua street art ini terletak di dinding yang menghadap jalan besar, jadi sedikit challenging untuk mengambil fotonya. Kita harus menunggu beberapa bus dan mobil yang lewat untuk mengambil fotonya. Jangan sampai lengah ketika kita mengambil foto lalu lampu hijau tiba-tiba sudah menyala dan beberapa bus serta mobil pun akan segera berlalu lalang. Pengalamanku kemarin sampai lari-lari bolak-balik ke tengah jalan, lalu ke pinggir lagi karena belum sempat mengambil foto yang pas bus sudah datang menyapa..ha..ha..

Yeoh Only

Double Role

Rope Style

Double role menggambarkan seorang pria Punjabi yang merupakan polisi yang juga diminta untuk menjadi pemadam kebakaran juga ketika dibutuhkan pada tahun 1909. Sedangkan Yeoh Only dibuat untuk merayakan asosiasi klan Yeoh yang didirikan tahun 1836 untuk melihat kesejahteraan klan Yeoh yang baru datang serta diterima oleh tuan rumah di Penang. Oh iya, pada malam hari, steel rod street art nya akan menjelma sangat cantik dengan cahaya lampu seperti yang ada di gambar Rope Style di atas. Aku menemukannya ketika berjalan pulang menuju hostel. 

Brother and Sister on Swing 

Beruntung ketika aku sampai di street art yang unik ini, brother and sister on swing, ada seorang nenek yang menjual souvenir di gang tersebut yang rela menjadi photographer dadakan kami. Beliau dengan sabar mengambilkan foto-foto beberapa orang yang dengan gayanya masing-masing. Terutama aku yang solo traveling sangat terbantu untuk bisa mengabadikan setidaknya satu foto di sini. Oh iya, jika kalian ke sini dan ada nenek tersebut, jangan lupa beli souvenir dari beliau ya. Harganya masih reasonable, kok

Children Playing Basketball


Soya Seller 


Berhubung sudah kelelahan, aku pun mengakhiri petualanganku di sini. Oh iya, di antara petualanganku di walk tour ini, aku sempat mampir ke Magic World Penang yang lumayan seru. Aku tulis di next post ya. 

Beberapa tips untuk yang mau ikut walk tour di Penang Heritage Walk:

  • Siapkan fisik yang kuat karena kita dengan tidak sadar akan berjalan sangat jauh, dan benar saja kakiku langsung cenut-cenut lalu minta dibelikan koyo ha..ha.. 
  • Bawa air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi
  • Jangan lupa bawa topi dan sunglasses, setidaknya untuk berjaga-jaga jika cuaca menjadi terik
  • Bawa kamera yang bagus sekalian untuk mengabadikan momen di sini karena bakalan ada banyak foto-foto yang cantik nantinya
  • Sebaiknya pergi bersama teman, karena bisa punya teman yang dimintain tolong untuk mengambilkan foto, setidaknya bisa bergantian..he..he.. 
  • Jika ingin membeli souvenir, beberapa toko di Lebuh Armenia menurutku harganya termasuk reasonable, aku sedikit menyesal karena aku pikir akan ada toko-toko lain yang lebih murah ternyata sampai di spot terakhir tidak ada lagi toko yang harganya murah
  • Kalian bisa mendapatkan map seperti dikasih Casio ke aku di Penang Tourist Information Center di Lebuh Pantai. Atau bisa juga mencoba mencari street art tanpa peta. Selamat berpetualang!

Terima kasih sudah mampir untuk membaca. Nos vemos

Kirei Khan :*