Hola again from Penang 😉
Di sela-sela petualanganku di Penang Heritage Walk, aku menyempatkan diri bermain di Magic World Penang. Sebenarnya ini tidak disengaja, sih. Waktu aku berkeliling aku sempat memanfaatkan aplikasi Google Map dan ada yang menarik perhatianku. Magic World Penang, yang awalnya aku kira salah satu nama street art yang sedang aku cari. Setelah satu ruas jalan aku telusuri, aku tidak melihat satu pun street art terpampang nyata di sana. Ternyata setelah bolak-balik aku baru melihat adanya tulisan Magic World Penang di sebuah ruko di sisi jalan. Awalnya agak ragu untuk masuk, namun rasa penasaranku mengalahkannya.
But seriously, I wanna tell you this is not a fun place to visit solo!
I enjoyed it but not that max!
Tiket dibeli di konter depan seharga 25 ringgit untuk turis asing / bukan pemegang MyKad (sejenis KTP untuk orang Malaysia). Setelah itu kita akan diantar ke pintu masuk kemudian kita akan ditinggalkan disitu untuk masuk sendiri. Hal pertama yang akan kita temui adalah semacam labirin kaca dan kita harus menemukan jalan keluar dari sana. Aku merasa tersesat di sini dan hampir tidak bisa keluar. It took me longer than I expected. Beberapa kali juga menabrak kaca. Lucu sih, tapi seharusnya ada teman.
Setelah berhasil keluar dari labirin kaca yang memusingkan, aku pun mulai bingung. Hanya aku yang ada di dalam sana. What should I do here? begitu pikiriku. Aku pun maju mundur cantik mengecek satu per satu properti foto yang ada dan membayangkan pose apa yang harus buat di sini. Because I had no idea what should I do there, akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu dan menuju ke ruangan lain yang mungkin memiliki kejutan lain. Sebelum aku sempat masuk ke ruangan berikutnya, seorang petugas pun masuk. Aku terkejut, dari mana datangnya? Ternyata ada pintu staf di sana.
But seriously, I wanna tell you this is not a fun place to visit solo!
I enjoyed it but not that max!
![]() |
| Labirin Kaca |
Tiket dibeli di konter depan seharga 25 ringgit untuk turis asing / bukan pemegang MyKad (sejenis KTP untuk orang Malaysia). Setelah itu kita akan diantar ke pintu masuk kemudian kita akan ditinggalkan disitu untuk masuk sendiri. Hal pertama yang akan kita temui adalah semacam labirin kaca dan kita harus menemukan jalan keluar dari sana. Aku merasa tersesat di sini dan hampir tidak bisa keluar. It took me longer than I expected. Beberapa kali juga menabrak kaca. Lucu sih, tapi seharusnya ada teman.
![]() |
| Bersama Lampu Jalan |
Setelah berhasil keluar dari labirin kaca yang memusingkan, aku pun mulai bingung. Hanya aku yang ada di dalam sana. What should I do here? begitu pikiriku. Aku pun maju mundur cantik mengecek satu per satu properti foto yang ada dan membayangkan pose apa yang harus buat di sini. Because I had no idea what should I do there, akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu dan menuju ke ruangan lain yang mungkin memiliki kejutan lain. Sebelum aku sempat masuk ke ruangan berikutnya, seorang petugas pun masuk. Aku terkejut, dari mana datangnya? Ternyata ada pintu staf di sana.
Petugas tersebut ternyata yang kemudian membantu aku untuk mengambil foto-fotoku di Magic World ini. Ini beberapa foto hasil jepretan Mas petugasnya.
![]() |
| Halooooo |
![]() |
| Time for Gym |
Magic World ini dibagi menjadi beberapa ruangan dan di setiap ruangan akan ada petugas yang siap membantu kita mengambil foto.
![]() |
| Silent.... |
![]() |
| No comment haha |
Ada satu wahana di mana kita dilarang menggunakan kamera handphone untuk mengambil fotonya. Foto yang diambil harus menggunakan kamera mereka dan mereka mengenakan biaya sekitar 10 atau 15 ringgit jika kita meminta mereka untuk mengirimkan hasilnya ke e-mail dan kita pilih salah satu untuk dicetak. Tempatnya memang menarik sekali dan sayang jika dilewatkan..ha..ha.. Baiklah untuk kali ini aku berdamai dengan uang, aku pun mengikhlaskannya karena memang hasil fotonya lumayan bagus.
| Indah Sekali |
| Sok Asikk haha |
Ada satu wahana yang menurutku lumayan seru untuk dinikmati sendiri. Wahana tersebut mengharuskan kita men-download aplikasi Magic World kemudian kita akan diarahkan oleh petugas unuk beraksi sesuai latar belakang kita. Hasil video yang diambil terlihat nyata seperti di dalam film animasi. Ini ada dua video yang berhasil diabadikan oleh petugas watch here. Ada dua latar belakang yang berbeda. Seharusnya ada satu lagi, tetapi latar belakangnya lebih cocok untuk grup. Sebenarnya aku merasa kurang puas dengan hasil video-nya yang kurang rapi, tetapi aku memaklumi mungkin mereka sudah lelah. Video nya cukup lucu, kok.
Setelah puas dengan pengambilan video, aku pun beranjak ke ruangan lain. Ruangan tersebut merupakan sebuah ruangan yang di desain seperti kutub Utara, lengkap dengan salju, igloo dan beruangnya. Suhu di ruangan tersebut juga dibuat sedingin mungkin agar semakin terasa suasana kutubnya. Ruangan tersebut juga merupakan sebuah kafe yang menyediakan kue dan minuman. Kita bisa bersantai sejenak di kafe tersebut yang dikelilingi "salju".
![]() |
| Beruang Kutub |
![]() |
| Cukup Dingin |
Setelah puas berfoto dan berkeliling di "kutub" ini, aku pun keluar dan mengakhiri petualanganku. Saranku untuk mengunjungi tempat ini, ajaklah beberapa teman pasti akan seru.
Thank you for reading my story. Nos vemos!
Kirei Khan






















