Saturday, 13 August 2022

KE SINGAPORE LAGI SETELAH HAMPIR TIGA TAHUN

Akhirnya bisa ke Singapore lagi setelah hampir tiga tahun cuma bisa memandangi lewat laut..hu..hu..


Sshhhh... this picture was taken in 2014 lol


Well, awalnya cukup deg-degan sih walaupun Singapore sudah tidak mewajibkan karantina maupun tes-tes Covid-19 untuk bisa berkunjung kesana. Pun begitu juga dengan Indonesia. Aku pikir akan benar-benar berbeda atau gimana. 

Aku pesan tiket ferry dan hostel seminggu sebelum kedatangan. Tiket ferry waktu aku pesan masih di angka SGD 70.00 yang artinya sekitar 700 ribuan lebih gitu untuk round trip. Dulu sebelum pandemi hanya 300 ribu atau kadang-kadang 200 ribu jika sedang banyak promo. *sigh* Lalu aku pesan hostel kapsul yang letaknya nggak jauh di tempat biasa aku nginap, di daerah Serangoon. Setelah itu aku janjian sama temanku disana.

Tiga hari sebelum kedatanganku, aku mengisi Singapore Arrival Card secara online. Sebenarnya bisa melalui aplikasi. Kita akan diminta untuk mengisi data-data yang sama seperti ketika kita mengisi menggunakan kertas hanya dengan tambahan mengunggah sertifikat vaksin yang sudah diconvert ke versi internasional. Ini aku juga sempat tanya-tanya ke teman-teman backpacker lain (thanks to Dian and Yayuk!). Setelah itu kita akan dikirimi notifikasi via e-mail bahwa dokumen yang kita unggah sudah sukses. Nervous banget sebenarnya. 


E-mail konfirmasi dari ICA Singapore


Ketika hari H aku makin nervous sampai mules. Memang selalu begitu kalau nervous pasti langsung mules. Nggak suka deh. Setelah parkir motor di Mega Mall, aku langsung cuss jalan ke Pelabuhan Ferry Batam Center yang nggak sampai lima menit jalan (tinggal nyebrang). Aku benar-benar terharu melihat orang-orang mulai memadati pelabuhan. Life is back little by little. 

Setelah melakukan check-in dengan menunjukkan paspor di salah satu konter ferry, aku pun langsung bergegas ke lantai dua untuk antri di imigrasi. Aku terkejut waktu lihat antrian imigrasi yang tidak terlalu ramai. But it's okay, jadi tidak butuh waktu lama untuk antri di sini. Oya ketika check-in di konter ferry tidak ditanya bukti vaksinasi ya, hanya ditanya apakah sudah isi Singapore Arrival Card online. 


Notifikasi melalui e-mail ketika kita sudah melewati imigrasi

Petugas lalu menyuruh aku membuka masker untuk memastikan fotonya sama dengan di paspor. Pertanyaannya tidak banya cuma mau ngapain ke Singapore dan stay dimana. Setelah aku jawab tanpa ragu, pasporku pun distempel. Yeayyy...!! Aku menunggu waktu boarding sambil membaca buku dari tabletku. 

Alhamdulillah hari itu cerah sesuai dengan harapan dan doaku karena sehari sebelumnya yaitu Jum'at sore setelah pulang kerja kami dihajar hujan badai. Ketika pagi pun masih mendung dan gerimis sedikit tetapi beranjak siang langit membiru dan aku pun senang. Memang terasa lebih panas sih, tapi lebih baik ketimbang traveling pas hujan. 

Oh iya untuk paket internet, berkat nyontek dari temanku, Bang Dika, akhirnya bisa dapat paket lebih murah yaitu 50 ribuan untuk 5 GB selama 30 hari pakai Telkomsel. Biasanya pakai Singtel yang 8 dollar cuma buat 1 GB kan seneng banget jadinya. Bye my Singtel card..ha..ha.. Di handphone-ku paket tersebut akan langsung aktif ketika kita sudah di Singapore. Praktis banget. Bisa dipakai di Malaysia juga loh. Thanks a lot Bang Dika!! 

Ketika ferry bersandar di pelabuhan Harbourfront, hatiku langsung ingin melompat saking senengnya. Temanku pun nggak kalah excited-nya. Tapi ketika lihat keluar jendela, cukup terkejut kenapa antrian imigrasi panjang banget. Dhuarrrr!! Keinget jaman-jaman berdiri 2 jam di imigrasi aku jadi lemes duluan. Tapi aku berpikir lagi, aku udah memutuskan untuk datang, ya aku nikmati saja. Ternyata, antrian panjang itu kamuflase saja karena menunggu konter lain dibuka sepertinya. 

Ternyata konter all passport yang dibuka banyak. Tempat yang dulu setahu aku untuk antri Citizen/PR sudah dipakai untuk all passport. Jadi antrian tidak terlalu panjang. Petugas mengingatkan untuk menyiapkan sertifikat vaksin dan paspor. Baik, Pak. 

Mungkin sekitar setengah jam saja aku antri. Ketika sampai di petugas, aku hanya diminta untuk foto dengan melepas masker dan tanpa ba bi bu aku sudah disuruh keluar sampai aku berpikir apakah aku diterima. Ternyata karena sekarang tidak pakai stempel lagi, keluar pemberitahuan di e-mail welcome to Singapore yang artinya kita sudah lulus melewati imigrasi. Akhirnya mulesku hilang. 

Banyak yang bilang Singapore lagi butuh turis makanya nggak banyak ditanya-tanya ketika masuk, well mungkin ada benarnya. Tetapi alangkah baiknya kita persiapkan dokumen yang diperlukan sebelum berangkat. Menaati peraturan apalagi peraturan negara lain adalah pilihan terbaik supaya kita juga tidak susah. 

By the way, aplikasi TraceTogether sudah tidak dipakai lagi disana, tapi untuk jaga-jaga download saja. 😊

Oya, aku mau cerita lagi nanti ya tentang weekend yang cukup singkat di Singapore kali ini. Stay tuned..ha..ha!! 


Cheers! 

Kirei