Saturday, 8 August 2020

LIBURAN SINGKAT DI KRABI, THAILAND (BAGIAN TIGA - PULANG)

Day 3

Hari ketiga seharusnya aku mengunjungi Pantai Railay sesuai dengan rencana. Namun aku pikir kalau bersantai duduk-duduk di Pantai Ao Nang saja pun sudah cukup karena badanku yang lelah dan aku malas menukar uang lagi untuk membayar boat untuk ke sana. Jadi hari itu aku bermalas-malasan dengan bangun tidur cukup siang. Kubuka jendela kamar lebar-lebar, langit cukup cerah dan pemandangan yang aku lihat pagi itu adalah bule-bule di hotel seberang yang sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing di balkon. Ooopssss...tidak bisa dilihat lama-lama, takut khilaf karena kebanyakan hanya memakai celana dan yang wanita hanya memakai bikini..ha..ha..

Pagi itu kuawali dengan sarapan roti yang kubeli dari minimarket malam sebelumnya. Sembari sarapan, aku menonton video di YouTube yang cukup menghibur karena televisi yang ada tidak bisa diandalkan lagi (tidak ada saluran, hanya ada semut). Setelah sarapan, aku kembali tiduran sembari makan makanan ringan yang aku beli juga dari minimarket (sungguh terlalu malasnya). Beberapa saat kemudian pintuku diketuk oleh seseorang yang ternyata adalah petugas kebersihan hotel. Dia menanyakan apakah kamarku ingin dibersihkan, tetapi aku bilang besok saja setelah aku check out.  

Ketika jam menunjukkan pukul duabelas siang, aku pun bergegas mandi dan bersiap-siap untuk keluar. Tujuan pertamaku siang itu adalah membeli oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman. Aku menyambangi sebuah minimarket untuk membeli pasta tomyum dan Thai basil chicken serta kopi Thailand. Setelah itu aku menuju McD untuk membeli makan siang dan kulanjutkan duduk-duduk di dekat pantai. Oh iya ternyata info dari temanku McD di Pantai Ao Nang itu tidak ada tanda halalnya (ketika itu aku tidak cek sama sekali). 

Aku menikmati suasana pinggir pantai yang adem, berangin sepoi-sepoi sembari menikmati gigitan demi gigitan ayam goreng dan kentang. Aku membaca buku yang sengaja aku bawa. Setiap traveling aku selalu membawa buku biar tidak mati gaya..ha..ha.. dan membaca di tempat baru ternyata membawa kesenangan tersendiri buatku. Buku yang saking tipisnya itu ternyata habis dalam sekali duduk. Akhirnya aku mendengarkan musik sambil melihat aktivitas orang-orang yang ada di pantai. Ada yang berenang bersama pasangan (tepat di depan mataku), bercengkrama bersama keluarga, ada juga yang sibuk membuat video. Sangat mengasyikkan. 

Membaca Buku di Pinggir Pantai itu Seru


Setelah cukup lama aku duduk-duduk di pinggir pantai, aku pun beranjak karena hari juga sudah sore. Aku menyambangi beberapa toko oleh-oleh untuk membeli beberapa oleh-oleh lainnya. Aku berhasil membeli dompet-dompet lucu, teh susu Thailand kemasan dan ada buah kering juga. Sudah cukup, pikirku, karena aku sadar tidak punya jatah bagasi. Sesampainya di hotel, aku pun mengepak ulang tasku agar semua barang dan oleh-oleh bisa masuk. Bersyukur sekali semua bisa masuk ranselku. 

Setelah selesai berkemas, akupun kembali rebahan. Memang rebahan ketika liburan itu sesuatu yang menyenangkan ya! Habislah waktu hari itu hanya untuk leyeh-leyeh dan sekarang aku merindukan saat-saat seperti itu. Just doing nothing. Tak lama petang pun datang dan aku harus kembali keluar untuk mencari makan malam.

Pantai Ao Nang di Siang Hari yang Cerah


Selesai mandi, aku kembali keluar hotel dan mencari makan malam. Sebelum aku menemukan tempat makan, aku menyambangi tempat pijat yang menawarkan tarif cukup murah untuk satu jam pijat. Sebenarnya awal aku tertarik dengan tempatnya adalah karena warna dindingnya yang didominasi warna merah muda. Aku pun masuk ke dalamnya. Seingatku, tarif pijat di Batam untuk turis asing biasanya dinaikkan dibanding dengan warga lokal Batam, tetapi di sini tidak. Tarif yang dikenakan saat itu adalah 200 baht atau sekitar sembilan puluh ribu rupiah (nilai tukar ketika itu). Aku pun tidak sempat pikir panjang langsung mengiyakan. 

Leyeh-leyeh is lyfe


Setelah membayar, aku menunggu beberapa saat sementara terapisnya sedang menyiapkan tempat untukku. Sembari menunggu, mereka memberikanku sebotol air mineral. Kemudian aku dipanggil untuk masuk ke bilik pijat. Secara pribadi aku menyukai Thai massage dan Mbak yang memijatku juga cukup baik melakukannya. Tapi aku cukup terkejut ketika dia berdiri di atas badanku. What? Iya karena ketika itu badanku terasa berat, ketika aku melirik, Mbak yang badannya tidak kecil itu sudah nangkring di punggungku, untung tidak lama..ha..ha.. Setelah selesai, aku merasa badanku ringan kembali. Oh iya, saranku jangan lupa berikan tips ya karena harganya sudah termasuk sangat murah. 

Selesai dari tempat pijat, aku kembali mencari kedai makan. Tetapi pilihanku adalah kembali ke kedai makan malam sebelumnya. Kali itu aku makan tomyum campur dan minum es teh susu Thailand, lagi. Tomyum yang disajikan juga masih dalam porsi besar dan bersisa. Sayang sekali memang apalagi kuahnya sangat segar. Tapi mau bagaimana lagi. Aku jadi memikirkan calon temanku yang orang Argentina itu, andaikan kami naik bus bersama, pasti akan kuajak dia untuk berbagi tomyum..ha..ha..

Aku kembali ke hotel dengan perasaan riang gembira, perut penuh dan badan yang sebelumnya pegal-pegal karena terlalu lama berenang pulih kembali. Malam itu aku berusaha untuk tidur lebih awal karena aku takut akan kesiangan besok paginya. 


Day 4 - Pulang

Pagi itu aku bangun pagi sekali, bahkan suasana masih gelap. Aku bangun dan kembali memeriksa barang-barang di sudut-sudut kamar termasuk laci-laci meja. Setelah kupastikan tidak ada barang yang tertinggal, aku menyiapkan baju yang akan kupakai hari itu di atas kasur. Pagi itu aku ingin mengunjungi pantai Ao Nang sebentar dan aku pun keluar hotel.

Suasana masih begitu sepi. Hanya terlihat bebeapa orang sedang membersihkan jalan, mobil pengantar barang yang sedang menurunkan muatan di minimarket dan beberapa orang yang sedang berolahraga. Aku pun melenggang dengan santai ke pantai. But wait! Sesampainya di pantai, aku melihat banyak sekali anjing yang berkeliaran mencari sisa-sisa makanan. Oh no!!!! You know that I am so scared of dogggggooooo!!!

Putar balik? Tidak. Aku pun tetap berjalan dengan elegan ke pinggir pantai. Ternyata anjingnya tidak seperti anjing liar yang suka mengejar dan menggonggongi orang yang baru kelihatan. Aku pun bersyukur meskipun harus sedikit waspada. Masalahnya anjing tetaplah anjing, dan aku takut tetap takut. Aku menyusuri pinggir pantai dan memandang langit yang berwarna jingga menunjukkan matahari yang muncul perlahan. 

Pantai Ao Nang di Pagi Hari


Setelah cukup puas, aku duduk sebentar di pinggir pantai, tetap dengan memandangi aktivitas beberapa orang yang melintas di depanku. Ada yang lari pagi, berjalan santai, berjalan dengan pasangan dan lain-lain. Ketika langit sudah cukup terang, aku berjalan kembali ke hotel. Oh iya, ketika itu aku sedang gila-gilanya bermain aplikasi Boomerang. Beberapa orang yang sedang lewat di depanku menjadi korban video Boomerang-ku..hi..hi.. 

Tetapi ada peristiwa sedikit lucu yang terjadi ketika aku sedang bermain Boomerang. Aku berusaha membuat video anjing yang berseberangan denganku, ternyata anjingnya tersadar dan dia berusaha mengejarku walaupun tidak menggonggong. Rasanya ingin sekali aku berteriak meminta tolong tetapi aku takut terjadi keributan 😂 Aku tetap berlari tanpa suara dan untung saja anjingnya berhenti mengejarku. Huffhhhhh

One Fine Morning at Ao Nang Beach


Akhirnya aku pun sampai di hotel dengan selamat. Oh iya di hari sebelumnya aku sudah memesan layanan pengantaran ke bandara. Sesampainya di hotel aku langsung mengingatkan resepsionis agar jangan lupa menungguku. Aku pun langsung mandi, sarapan dan mengepak baju kotorku lalu bergegas meninggalkan kamar. Akhirnya aku harus meninggalkan hotel yang cukup tenang tersebut. Aku dijemput tepat waktu. Oh iya, biaya pengantaran ke bandara ketika itu lebih mahal daripada bus dari bandara ketika aku datang. Kalau tidak salah sekitar 250 baht. Ketika itu supir memilih jalur cepat sehingga hanya tigapuluh menit saja sudah sampai kami di bandara. 

Final Goodbye


Finally I had to say goodbye to the lovely Krabi! 


Nos vemos,

Kirei Khan


PS: foto-foto hilang ketika pindah laptop :(




No comments:

Post a Comment