Hai semua...aku kembali lagi dengan review buku yang lain. Kali ini sebuah novel yang mungkin kalian semua udah pada tahu ya. Novel ini adalah salah satu novel yang bisa bikin aku nangis. Kebayang nggak baca novelnya aja nangis?
Judul buku : The Kite Runner
Penulis : Khaled Hosseini
Penerbit : Bloomsbury Publishing, London
Tahun terbit : 2018 Edition
Bahasa : Bahasa Inggris
Jumlah halaman : 340 halaman
ISBN : 978-1-5266-0473-6
Tempat beli : MPH Bookstore, Senai Airport, Johor Bahru
Aku pikir beberapa dari teman-teman pasti sudah mengenal siapa Khaled Hoessini. Beliau adalah seorang penulis kelahiran Kabul, Afghanistan yang sekarang menetap di Amerika Serikat. The Kite Runner merupakan novel pertamanya yang kemudian begity laris di pasaran hingga diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Hosseini yang sebelumnya berprofesi sebagai dokter kini menjadi duta persahabatan UNHCR dan telah mendirikah The Khaled Hosseni Foundation yang banyak membantu pengungsi Afghanistan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan, pendidikan, rumah, dan lain-lain.
"There is only one sin, only one. And that is theft. Every sin is a variation of theft." (Baba to Amir) - "Hanya ada satu dosa, hanya satu. Dan yaitu adalah pencurian. Setiap dosa adalah bentuk lain dari pencurian." (Baba kepada Amir)
"When you kill a man, you steal a life. You steal his wife's right to a husband, rob his children of a father. When you tell a lie, you steal someone's right to the truth. When you cheat, you steal the right to fairness." (Baba to Amir) - "Ketika kamu membunuh seorang laki-laki, kamu mencuri sebuah kehidupan. Kamu mencuri hak istrinya atas suaminya, merampok seorang anak dari ayahnya. Ketika kamu mengatakan kebohongan, kamu mencuri hak seseorang atas kebenaran. Ketika kamu melakukan kecurangan, kamu mencuri hak atas keadilan." (Baba kepada Amir)
"A boy who won't stand up for himself, becomes a man who can't stand up to anything." (Baba to Rahim Khan for Amir) - "Seorang anak laki-laki yang tidak mau berjuang membela dirinya sendiri, menjadi seorang pria yang tidak bisa berjuang membela apapun." (Baba kepada Rahim Khan untuk Amir)
Berlatar di tahun 1975, novel ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki berumur 12 tahun di Afghanistan yang bernama Amir dan persahabatan dengan anak laki-laki dari pelayannya yang bernama Hassan. Bagaikan saudara, Amir dan Hassan seolah tak terpisahkan. Mereka sering mengabiskan waktu bersama. Amir serin membuatkan cerita-cerita untuk Hassan yang membuat Hassan selalu terkagum-kagum.
Di Afghanistan, ada sebuah festival pertarungan layang-layang yang sangat diminati Amir. Amir selalu berusaha untuk bisa memenangkannya. Setelah berkali-kali kalah, Amir pun ingin menyerah. Namun sebagai seorang sahabat, Hassan berjanji untuk membantu Amir. Ketika Hassan berhasil menangkap layang-layang dengat tepat, ada sebuah peristiwa yang tidak disangka oleh Hassan maupun Amir yang kemudian memecah belah persahabatan dan kehidupan mereka.
Setelah Rusia menyerang Afghanistan, keluarga Amir terpaksa pindah ke Amerika. Amir menjalani kehidupannya di Amerika namun menyadari bahwa suatu hari dia harus kembali ke Afghanistan yang pada saat itu dibawah kuasa Taliban. Amir harus tetap kembali untuk menebus kesalahannya pada Hassan.
Menurutku, novel ini hampir mendekati sempurna. Meskipun mengangkat tema yang cukup sensitif dan pernah menjadi kontroversi di Afghanistan, novel ini memiliki banyak peminat dan pernah diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama.
Novel ini salah satu dari beberapa novel yang berhasil membuatku menangis ketika membacanya. Bayangkan, hanya membaca saja bisa membuat kita menangis? Karena kita disajikan beberapa gambaran Afghanistan ketika konflik. Hosseini berhasil menghipnotisku.
Novel yang ditulis dalam Bahasa Inggris ini memang memiliki beberapa bagian yang sulit kumengerti karena bahasa yang terlalu "berat" sehingga aku memerlukan beberapa waktu untuk menamatkannya. Tetapi ketika kalian sudah "kecemplung" masuk membacanya, kujamin kalian tidak akan berhenti, ikut mengalir bersama Amir dan Hassan.
Banyak pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari novel ini. Berikut yang dapat aku rangkum:
- Jangan pernah berbohong kepada diri sendiri, selalu ungkapkan apa yang kita inginkan, rasakan
- Bersikaplah berani menghadapi segala sesuatu meskipun sulit
- Jadilah sahabat yang setia, meskipun kau telah disakiti, tetaplah menjadi baik dan jangan membalas dengan kejahatan
Secara keseluruhan, aku menyukai jalan ceritanya, penokohannya, latar waktu dan tempat yang digunakan, kesemuanya sangat hidup. Aku sangat merekomendasikan novel ini untuk kalian baca tidak hanya untuk mengisi waktu luang, tetapi untuk diresapi maknanya dan diambil pelajaran berharganya.
Selamat membaca,
Kirei Khan


No comments:
Post a Comment