Hari itu, Jum'at ... Februari 2019. Aku sengaja mengambil cuti sehari di akhir pekan untuk menikmati akhir pekan di Singapura. Berangkatlah aku Jum'at pagi dari Pelabuhan Batam Center setelah memarkirkan skuterku di parkiran Mega Mall (ini menjadi kebiasaanku kalau aku day trip atau menginap semalam di Singapura).
Sebelumnya, aku sudah janjian dengan Sara, teman baruku (ceritanya ada di tripku yang ke Krabi). Aku baru sadar ketika mengecek nomor Whatsapp nya, kalau dia tinggal di Singapura. Sara bekerja di sebuah restoran Thailand di daerah Pasir Ris, nggak jauh dari rumahnya. Hari itu Sara di shift pagi dan selesai sekitar jam 3 sore. Kami janjian untuk langsung ketemu di Changi Bach saja.
Sesampainya di Harbourfront, petugas imigrasi seperti biasa menanyaiku. Dia kelihatannya heran kenapa aku pergi ke pantai sendirian. Why not? Pikirku. Tapi tetep sih, buat dapat stempel dari imigrasi negara tujuan itu bikin deg-degan. Tetapi alhamdulillah selama ini aku selalu lancar tidak ada kendala. Setelah dapat stempel, aku pun langsung keluar dan langsung menuju ke stasiun MRT.
Dari Harbourfront aku menuju Outram Park dulu, lalu ganti kereta ke East West Line (yang warna hijau). Setelah kereta sampai di Tanah Merah, semua penumpang berhenti untuk ganti kereta, ada yang ke Pasir Ris dan satu lagi ke Changi Airport (jangan salah ya pilih yang Pasir Ris). Pasir Ris itu pemberhentian terakhirnya. Sampai di stasiun, aku langsung nyari warung makan. Sambil makan, aku cari informasi bus yang harus aku naiki untuk ke Changi Beach.
Setelah kenyang, aku bangkit untuk mencari halte bus yang dimaksud Google. Sempat kacau karena di sana juga ada terminal bus. Aku sempat muter-muter bingung sebelum akhirnya ketemu halte bus yang dimaksud. Cuaca hari itu panas dan sialnya aku lupa bawa kacamata hitam. Hemmmm kok bisa-bisanya mau ke pantai lupa kacamata hitam.
Berhubung itu hari kerja, jadi keadaan masih sepi. Di halte aku sendiri, di bus pun hanya beberapa penumpang saja. Aku berusaha biar nggak ketiduran selama di bus karena akan gawat kalau sampai kelewatan. Menurutku, aku seharusnya berhenti di Changi Beach Park. Tetapi setelah melihat peta bus, ternyata banyak bus stop nya. Mulai dari Changi Beach CP 1 sampai 4. Sialnya, aku buru-buru memencet bel sebelum Changi Beach CP 1 yang artinya aku harus turun di Changi Beach CP 1 (nggak harus sih, cuma karena penumpang sedikit dan cuma aku yang pencet bel, mau nggak mau ya turun). Baiklah.
![]() |
| Adem tapi berangin |
Setelah turun.....eng ing enggggg.... itu pantai atau apa sepi banget. Aku sampe bingung mau ke mana, mau ngapain. Astagaaaa aku linglung. Akhirnya kuputuskan untuk jalan-jalan menyusuri taman pinggir pantai yang lumayan berangin. Niat awal ke sini memang selain ketemu dengan Sara, juga ingin duduk di pinggir pantai dan baca buku dan plane spotting. Tapi bayangan untuk baca buku sepertinya musnah karena tempat yang berangin (yang ada sibuk ngurusin buku yang ketiup angin terus). Posisinya juga kurang tepat untuk plane spotting.
Sialnya hari ini kenapa aku bisa kepikiran sok cantik buat pakai wedges. Alhasil aku jalan kaki nyeker sampai lumayan jauh sampai ketemu spot yang bagus untuk melihat pesawat wara-wiri dari dan ke Changi Airport. Tepat di belakang gudang kargo bandara, akhirnya aku bisa duduk santai memandang orang-orang yang asyik main kite surfing dan memancing. Nggak ketinggalan orang pacaran yang berjarak kurang lebih dua meter dari tempat dudukku. hahahahaha
![]() |
| Mancing |
Aku sempat baca beberapa halaman buku yang aku bawa sampai kemudian aku terima Whatsapp dari Sara. Dia ngabarin kalau nggak bisa datang ke Changi Beach dan bakalan nunggu di stasiun Paya Lebar buat dinner sekitar jam 6. Baiklah Mbak. Kemudian aku pikir aku bisa nih lama-lama di pantai ini sambil ngadem.
Aku jalan sambil kamera hapeku standby untuk ambil foto pesawat-pesawat yang lewat. Seru sih karena Changi Airport itu sibuk banget. Kayaknya selama aku di sana udah ada puluhan pesawat yang lewat. Aku ambil banyak foto dan aku sisihkan beberapa foto yang lumayan bagus.
![]() |
| Foto pesawat terbaik yang pernah aku ambil 😂 |
Waktu lagi asyik foto-foto, tiba-tiba Sara kirim pesan kalau dia udah di jalan ke Paya Lebar. What? Baru jam 5 kurang loh, janjiannya kan jam 6. Tapi mataku sambil cek keadaan sekitar, ternyata nggak ada bus yang lewat. Jangan-jangan.....???? Tanpa pikir panjang aku pun memutuskan nanti pesan taksi online aja.
Aku masih asyik menonton pesawat dan sempat ke toilet agak lama. Setelah selesai, aku langsung buka aplikasi taksi online. Yes, langsung dapat. Aku langsung kasih titik lokasi penjemputan. Ternyata menit demi menit berjalan, taksi itu nggak muncul juga, dan nggak balas pesanku juga, plus nggak bisa ditelepon. Dengan sangat terpaksa aku batalkan.
Aku coba cari lagi, dan dapat lagi. Lalu sama lagi, setelah beberapa menit nggak ada respon. Aku batalkan lagi. Duh. Aku sempat galau. Sampai aku pilih beberapa opsi kayak hitchhiking. Tapi nggak ada yang nongol. Aku sempat panik tapi tetep optimis. Aku jalan balik ke tempat semula, kupikir bakal ada yang nyantol, nggak juga.
Akhirnya aku jalan kaki lagi ke halte SAF Ferry Terminal. Setelah aku tunggu lumayan lama ternyata nggak ada satu bus pun yang lewat. Akhirnya setelah putus asa, aku telepon salah satu temanku untuk bantu pesan taksi online. Jeng..jeng..jeng...langsung nongol tanpa basa-basi. Aku sempat kesel sih kenapa kok aku nggak bisa ya. Jadi nggak enak ngerepotin temenku (lagi meeting pula waktu itu 😂).
"Kamu nggak usah bayar, itu udah kubayar ya," begitu kata temenku lewat Whatsapp.
"Eh, seriusan? Nggak usah, pokoknya aku utang sama kamu ya, ingetin kalau ketemu," aku kaget sih.
"Alah kayak sama siapa aja."
Seneng tapi ngerasa nggak enak. Pokoknya nanti aku ganti kalau ketemu. Karena dia aku nggak jadi terjebak di pantai itu.
Perjalanan ke Paya Lebar lumayan lama soalnya macet banget (maklum weekend). Untuk drivernya baik banget jadi aku nggak ngerasa bosan di jalan. Sepanjang jalan kami ngobrol banyak tentang Indonesia. Ternyata dia punya sodara orang Jawa juga makanya sedikit-sedikit tahu Bahasanya. Aku bangga deh.
![]() |
| Ini drivernya cewek ya 😁 |
Sampai di Paya Lebar dan ketemu Sara, kami pun langsung pesan makanan kami masing-masing. Aku pesan nasi goreng yang entah rasanya hambar banget. Sedikit menyesal. Sara pesan mi sebakul yang dia sendiri nggak sanggup ngabisinnya terus dihibahkan ke aku. Alhasil aku kekenyangan dan nggak sanggup buat jalan.
![]() |
| Dari Paya Lebar ke Expo |
Setelah makan dan chit-chat, aku akhirnya mutusin buat nginep karena nggak mungkin lagi buat pulang (udah malam banget). Sebelum pulang ke hostel, aku dan Sara belanja di Expo. Sara nunjukkin tempat belanja yang murah-murah di sana.
![]() |
| Selonjoran sebelum pulang |
Sebelum kami berpisah, kami duduk-duduk di mall sambil meluruskan kaki. Sara ketawa lihat aku pegel-pegel dan karena aku pakai wedges. Aku meringis kesakitan. Okay nanti aku buang aja wedges ini. 😂😂
Nos vemos,
Kirei Khan







No comments:
Post a Comment