Halooo...
Kali ini aku mau review salah satu novel kesukaan aku, Norwegian Wood. Novel ini nggak sengaja aku temuin pas ke toko buku. Kenapa aku tertarik untuk beli? Waktu itu aku lagi suka-sukanya segala sesuatu yang berbau Jepang. Sebelumnya aku juga membaca novel bernuansa Jepang karya Rei Kimura, Mawar Jepang yang juga bagus banget. Well, simak yuk ulasannya!
Judul buku : Norwegian Wood
Penulis : Haruki Murakami
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun terbit : 2013
Bahasa : Bahasa Indonesia
Penerjemah : Jonjon Johana
Jumlah halaman : 426 halaman
ISBN : 978-979-91-0563-9
Tempat beli : Toko Buku Gramedia, BCS Mall, Batam
"Kalau kita membaca buku yang sama dengan yang dibaca orang lain, kita cuma bisa berpikir seperti orang lain." (Nagasawa)
"Di dalam kaleng biskuit itu ada bermacam-macam biskuit, ada yang kamu sukai ada pula yang tak kamu suka. Dan kalau terus memakan yang kamu suka, yang tersisa hanya yang tidak kamu suka. Setiap mengalami sesuatu yang menyedihkan aku selalu berpikir seperti itu. Kalau yang ini sudah kulewati, nanti akan datang yang menyenangkan, begitu. Karena hidup ini seperti kaleng biskuit." (Midori)
Norwegian Wood, salah satu lagu dari The Beatles, akan selalu mengingatkan Toru Watanabe kepada gadis cinta pertamanya, Naoko, yang juga mantan kekasih mendiang sahabatnya, Kizuki. Hal ini juga mengingatkan Watanabe masa lalunya ketika masih menjadi seorang mahasiswa di Tokyo.
Kehidupan Watanabe sebagai mahasiswa hampir dua puluh tahun silam penuh dengan dunia pertemanan yang serba pelik, seks bebas, nafsu-nafsi dan rasa hampa yang tiba-tiba menghinggapinya.
Kemunculan seorang gadis badung bernama Midori kemudian membuat Watanabe galau karena dia juga gadis yang menarik namun berbeda dengan Naoko. Watanabe seperti menemukan sesuatu yang dia cari di dalam diri Midori.
Seperti kubilang di awal, novel ini kubeli waktu lagi seneng-senengnya sesuatu yang berbau Jepang. Setelah Mawar Jepang yang heroik itu, aku mencoba baca buku yang satu ini. Waktu aku ambil dari rak buku secara random, aku nggak menyangka kalau buku ini karya penulis terkenal. Aku cuma baca pengarangnya aja, oh Jepang, lalu kuambil, dan sekarang menjadi salah satu buku kesukaanku.
Semua orang punya sisi gelap yang nggak pernah kita sangka. Itu menurutku yang menggambarkan novel ini. Di kehidupannya dari mulai SMA hingga masa kuliah, Watanabe mengalami berbagai peristiwa yang berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya, yang ternyata satu persatu menampakkan sisi lainnya.
Secara keseluruhan ceritanya bagus menurutku. Tapi mungkin ciri khas dari Murakami adalah akhir yang menggantung jadi jangan berharap cerita ini akan berakhir sesuai keinginan kalian. Read it!
Gaya penulisan Murakami aku kagumi sejak membaca buku ini. Yap! Blak-blakan, semau dia tapi sangan detail dalam menggambarkan karakter setiap tokoh dan peristiwa. Aku bahkan bisa bayangin tokoh tersebut satu persatu dan apa yang mereka lakukan waktu baca novelnya. Berasa nonton filmnya (padahal belum pernah nonton filmnya, waktu itu belum tahu kalau di film-kan).
Novel ini menggunakan alur mundur dimana Watanabe dewasa yang baru saja mendarat di Jerman, tiba-tiba ingatannya terlempar kembali ke masa mudanya.
Walaupun novel ini bagus, tapi aku saranin untuk pembaca dewasa aja. Soalnya ada beberapa adegan dewasa yang tertulis dalam novel ini.
Selamat membaca 😉
Kirei Khan


No comments:
Post a Comment