Thursday, 31 December 2020

CURHAT KIREI: SELAMAT TINGGAL 2020 DAN SELAMAT DATANG 2021, AKU SIAP!

2020 sucks!

Seperti itulah mungkin kesan yang akan kita ingat sampai kapanpun. Tahun 2020 bagi sebagian orang hanya ada di bulan Januari sampai Maret, bahkan hanya ada yang sampai Februari saja, selebihnya seperti dalam mimpi. Segalanya ambyar. Rencana-rencana yang telah dibuat rapi sedemikian sehingga hancur berantakan karena sebuah bencana global, pandemi virus Covid-19. Entah bagaimana caranya dengan sekejap virus itu berkeliling dunia bahkan lebih jauh daripada kita yang sudah capek-capek nabung buat traveling 😂

Well, bukan kalian saja. Aku turut merasakannya. Segala rencana traveling yang sudah disiapkan matang-matang tiba-tiba saja bubar, ambyar, sakit. Kemudian harus bergelut dengan refund-refund tiket yang sudah telanjur dibeli di tahun 2019. Legowo. Harus bagaimana lagi. Selain kesehatan itu penting, lagipula hampir semua border di negara lain pun ditutup untuk wisata. Jadi mungkin memang saatnya kita setback hidup kita. 

Tapi, kemudian di akhir 2020 ini, aku kembali melihat ke belakang mulai dari Januari hingga Desember, I think it was not bad at all, it was just different. Bahkan sepertinya aku lebih banyak belajar sesuatu di tahun ini. 

Aku akan rangkum kejadian-kejadian yang patutnya aku syukuri di tahun 2020, sebagai kenangan di masa depan, dan untuk dibaca lagi kalau tiba-tiba semangat hidupku turun. 

Januari

Awal tahun 2020 ku diawali dengan sakit. Ya sakit, demam dan diare, lalu kalau sekarang aku pikir-pikir lagi, jangan-kangan dulu itu aku sudah diserang Covid-19 karena gejalanya mirip. Apalagi ketika itu aku habis traveling dari Singapur yang waktu itu banjir turis dari Tiongkok. Tapi ternyata bukan. Ketika itu habis trip bolak-balik Singapur untuk urusan kerja dan kurang minum air putih (lebih milih boba dong 😆). Di bulan Januari pula trip terakhir aku ke luar negeri sebelum pandemi melanda Indonesia dan border ditutup. Trip aku waktu itu ke Kuala Lumpur karena dapat tiket super murah dari AA (90 ribu untuk round trip Johor-Kuala Lumpur). Disana aku ditampung host dari Couchsurfing yang super baik dan juga ketemu temen lain dari Couchsurfing. Sepulang dari Malaysia itu baru pertama kali dengar ada virus Corona (kudet parah) 😂


Pemandangan dari rumah host CS ku


Februari 

Setelah tahu ada virus Corona dan dengan peningkatan imun kita bisa cegah virusnya, aku pun mulai kebiasaan hidup sehat lagi. Join gym dekat kantor dan meskipun bolong-bolong tetap datang sepulang kerja. Aku senang karena bulan itu aku ikutan acara Couchsurfing bareng sama komunitas Bye Bye Plastic Batam yang diadain di simpang Kepri Mall dengan agenda bersih-bersih. Setelah itu aku ketemu Temo, mahasiswa internasional Meksiko yang aku kenal di event CS. Di bulan Februari juga aku terakhir bisa nonton di bioskop karena setelahnya nggak berani lagi (lagian juga ditutup sih). Waktu itu aku nonton Little Women bareng Kak Maya, Kak Ratih dan Kak Ida, lanjut wisata kuliner di BCS Mall. Lalu aku juga seneng bisa ngajak Mario, Lina dan Umer jalan-jalan dan makan bareng dalam rangka ulang tahun Mario yang ke-10. 


Kuliner bareng kakak-kakakku


Maret

Akhir Februari, tepatnya tanggal 29 aku bareng Icha, Mbak Nila, Bang Anggi dan Aria liburan ke Bintan. Kami nginep di kelong yang namanya Bintan Dori (ceritanya aku tulis lengkap di sini kok). Dari sana kami makin akrab dan sering olahraga bareng termasuk trekking. Di bulan ini aku pertama kalinya lebih sering di rumah, masak sendiri, kayak parno gitu mau keluar. Keluar paling buat belanja makanan dan ke kantor. Nongkrong-nongkrong kayak dulu udah nggak lagi. Di waktu ini juga aku banyak ngobrol jadinya sama temen-temen di luar negeri kayak Dave, Sam, Mir dan lain-lain. Mereka selalu ngasih kabar terbaru di tempat masing-masing.


Bintan bersama Dora 


April

Bulan ini anggota keluarga kami nambah satu, Sigit yang udah lamaran dari bulan Desember akhirnya menikah. Meski kasihan karena pesta nggak dibolehin waktu itu tapi Alhamdulillah semuanya lancar. Oh iya, di bulan ini harusnya aku berangkat umroh, tapi karena umroh lagi di stop sementara jadi kami batal berangkat. Aku juga udah terpaksa cancel penerbangan ke Palembang buat ngunjungin Nurpin. Lalu aku memutuskan staycation bareng Kak Ratih karena dia lagi bete nggak bisa pulang kampung di long weekend. Kami stay di Sahid Batam Center yang waktu itu sepi banget, tamunya cuma lima orang, gym dan kolamnya juga tutup. Aku mulai aktif nulis blog di bulan ini juga. Semoga konsisten ya. Aku juga sempat dua minggu break dari dunia sosial media, karena lelah. 


Mamaku mantu 


Mei

Aku baru beli buku bagus tentang Pakistan. Isinya seru dan bikin ketawa terus karena relate banget sama mantanku 😂 empat ratus halaman selesai dalam seminggu. Lumayan kan. Lalu buku selanjutnya 1Q84 punya Murakami yang ternyata butuh waktu tiga bulan buat tamatin. Pokoknya di bulan ini karena puasa jadi lebih banyak di rumah dan baca buku, terus ngabisin waktu bareng keluarga. Alhamdulillah waktu lebaran kami juga ngumpul semua, makin rame dan Umer ponakanku jadi pusat perhatian di keluarga dengan tingkahnya yang lucu dan bikin gemes. Cerewet pula. 


Keluargaku


Juni

Aku coba beli tanaman untuk dirawat, monstera, kaktus dan sukulen. Yah walaupun ternyata akhirnya aku harus terima kenyataan nggak bisa berkebun. Mereka semua sekarang udah wafat 😓 Bulan ini aku pergi staycation bareng temen di ESKA hotel Kepri Mall karena ngabisin poin dari Tiket.com yang lumayan banyak waktu itu. Lalu karena aku, Icha, Mbak Nila, Bang Anggi dan Aria udah jadi geng pertemanan sehat, kami pun mulai perjalanan buat jadi sehat yang pertama kali, yaitu jalan kaki dari Kepri Mall ke Alun-alun (pulang pergi). Di sela-selanya kami sarapan pagi di Morning Bakery. Dari sanalah terbentuk geng Dora the Explorer 😆 dengan petualangan-petualangan yang seru.


Jalan pagi Dora


Juli

Tanggal satu, ulang tahun keponakanku tercinta, Umar Kahfi Riswanda. Akhirnya dia tiga tahun juga. Makin cerewet, makin lucu, makin aktif. Alhamdulillah bisa ikut pesta kecil-kecilan bareng dan dapet potongan kue dong. Di bulan ini aku mendadak sibuk setiap hari karena aku ikut kursus TEFL online, kelasnya hanya bisa diakses selama tiga bulan. Makanya harus ngebut bikin catatan. Alhamdulillah selesai dalam waktu dua bulan dan sekarang aku udah punya sertifikat dan udah bisa ngajar secara internasional. Di pertengahan bulan, Dora ikut trip dari temen kantor Icha ke Pulau Labun. Seru banget.


Salah satu spot di Pulau Labun


Agustus

Yak, umurku nambah satu. Alhamdulillah masih hidup sehat sampai saat ini. Sempet ada kejadian yang bikin kesel sih karena udah masak capek-capek nggak ada yang datang. Habis itu aku minggat ke Batam Center ngopi sambil baca buku. Adem rasanya. Di bulan ini aku ketemuan sama temen yang udah lama banget nggak ketemu, pertama ketemu tuh waktu interview di salah satu perusahaan di Kabil, connect di online, akhirnya ketemu lagi. Oh, iya pas ketemu temenku juga nggak sengaja ketemu mantan manajerku, Shaun, yang ternyata udah punya istri dan mau punya anak. Seneng lihatnya. Terus Agustus juga diawarnai dengan camping di Pulau Putri Nongsa bareng anak-anak Couchsurfing. Walaupun nggak banyak yang bisa ikut tapi seru dan rame. 


Menyaksikan matahari terbenam 


September

Masih sibuk sama kelas TEFL sih. Tapi aku selalu punya waktu buat main dan baca buku, termasuk ngasuh adik juga 😂 Aku dan geng Dora pertama kali trekking nih. Kami trekking ke Bukit Mangsang, Piayu, yang ada air terjunnya. Sebenernya kami pengennya ke Telaga Bidadari tapi masih ragu takut masih ditutup. Dengan petunjuk temen gowes, kami pun sampai di air terjunnya. Berhubung hujan, jadi airnya keruh, tapi lumayan lah. Lelah juga. Pulang-pulang penuh lumpur. Lalu aku sama Kak Ratih sempet juga piknik kecil-kecilan berdua sambil baca buku di Orchard Park. Sepi banget sih waktu itu tapi jadi tenang buat baca. 


Bersama Geng Dora


Oktober 

Yang paling berkesan di bulan ini adalah trekking. Kali ini kami berhasil berkunjung ke Telaga Bidadari di hutan Muka Kuning. Yang membuat kami merasa beruntung adalah air yang mengalir deras dan jernih serta sejuk. Lelah perjalanan selama dua jam berangkat dan dua jam pergi terbayarkan. Kondisi air terjunnya yang nggak selalu seperti itu yang membuat kami senang. Di bulan ini aku juga sempat piknik kecil-kecilan bareng sahabat SMA ku, keponakan dan adik-adik ke pantai dekat rumah. Terus di akhir bulan, aku dan Bang Anggi sempat ke pameran buku Gramedia dan cobain kopi baru di tempatnya Alex, kopi sakura. 


Air terjun Telaga Bidadari


November 

Awal November aku dan Kak Ratih lagi-lagi staycation. Kali ini di Aston Hotel. Lumayan juga tamunya dan sarapannya enak. Lalu yang paling berkesan adalah, aku pertama kalinya ngajakin adikku Lina untuk snorkeling. Aku pikir dia bakalan takut, ternyata dia seneng banget dan nggak mau udahan. Kami naik motor dari rumah dan sempat hujan, tapi ternyata di tengah Pulau Abang nggak hujan sama sekali, malah sempat panas. Lalu di bulan ini aku sempat baca buku yang bagus banget menurutku, karya Fumio Sasaki dan sepertinya berhasil membuat aku mengubah pandangan hidupku untuk hidup minimalis. Selain buku itu, ada lagi yaitu Titik Nol punya Mas Agustinus Wibowo yang sedikit memberikan aku pencerahan tentang kenapa aku traveling. Aku juga mulai rajin review buku di blog loh. 


She did her best


Desember 

Sudah akhir tahun, nggak ada tanda-tanda virus Corona bakalan minggat dari bumi. Mungkin memang kita ditakdirkan beradaptasi dengan segala sesuatu yang baru. Di akhir tahun ini, banyak kabar bahagia yang aku dapat. Sahabat dekatku menikah akhirnya setelah perjalanan panjang untuk menemukan belahan jiwanya. Lalu sahabatku yang lain, dilamar pacarnya setelah sekian lama dia galau mau dibawa kemana hubungan mereka. Intinya aku bahagia banget atas kebahagiaan mereka sampai nggak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Di bulan ini juga CS sempat ngadain gathering akhir tahun dan tukar kado serta chit chat yang rame (bukan CS Batam kalau nggak rame). Oya, di bulan ini juga aku memutuskan untuk ikut lomba terjemahan novel sastra klasik yang ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. Ini bisa jadi pelajaran buat aku biar kedepannya nggak mencibir para penerjemah kalau terjemahannya kacau. Memang sesusah itu bagi orang yang bukan lulusan sastra tapi menggandrungi Bahasa.


Couchsurfing Batam

Well, itu kilas balik 2020 yang paling berkesan buat aku. Kalau dipikir-pikir lagi, ternyata 2020 nggak seburuk yang kita nilai kan ya. Memang, hidup kita kayak dibalik 180 derajat dari kehidupan biasanya. Tapi kita hebat loh sudah bisa bertahan dan beradaptasi. Ayo sejenak puji diri sendiri dulu. *Puk puk*

Lalu hal-hal yang aku pelajari juga banyak, diantaranya:

1. Hidup itu singkat, jadilah orang yang berguna untuk sesama

2. Kemanapun kita pergi, sejauh apapun, tetap keluarga adalah rumah paling nyaman

3. Hidup sehat bukan untuk gaya-gayaan, tapi memang harus kita lakukan biar nggak menyesal di kemudian hari

4. Side hustle itu penting, mengatur keuangan juga penting, aku mulai belajar nabung

5. Ngabisin waktu bareng temen juga berguna buat kesehatan mental kita

Kalian sudah siap untuk 2021???

Aku siapppp!!!!


Nos vemos,

Kirei Khan


No comments:

Post a Comment