Monday, 7 December 2020

MENJEMPUT JAKET GUCCI DI CHANGI AIRPORT, SINGAPURA

April 2019

Selalu ada kisah di setiap perjalanan. Mungkin gitu kali ya kira-kira intinya. 
Well kali ini aku mau cerita tentang perjalanan ke Singapur. Apaan sih lagi-lagi Singapur?


Di Jewel Changi Airport 

Ya emang, kayaknya Singapur itu saksi bisu beberapa kekonyolan tripku, makanya aku selalu kangen Singapur. Elahhhh 😂

Gloomy trip. Begitulah kira-kira trip hari itu ke Singapur. Diawali pagi-pagi kehujanan basah dari atas sampe bawah, kedinginan, lengkap. Oh, no kan harusnya aku berangkat ke Singapur pagi ini untuk jemput barang masa basah begini, pikirku. 

Akhirnya dengan modal limapuluh ribu aku beli kaos di minimarket yang ala kadarnya (nitip temen yang keluar kantor) lalu bawahannya? Alhamdulillah ada stok coverall baru di store yang belum ada pemiliknya. Berangkattt!!

Kemudian terjadi percakapan antara petugas imigrasi Batam dengan aku yang tak biasa (biasa mereka jutek-jutek kan ya?). Beginilah kira-kira:

👨    : Pake seragam kerja apa tuh?
👧    : Kenapa Pak?
👨    : Mau ke mana kok pake wearpack?
👧    : Mau ke Jurong Pak
👨    : Ngerjain apa? Bawa kapal ya?
👧    : Enggak Pak, ambil barang 
👨    : Terkejut saya
👧    : Iya Pak, tadi bajunya basah jadi ganti ini. Ganteng nggak Pak?
👨    : Ada-ada aja

Gokil kan? Jarang-jarang loh. In short, urusan imigrasi kedua negara clear dan aku langsung cabut ke Penjuru Road, Jurong. 

Sampai di kantor Penjuru Road, aku selesaikan tugasku jemput barang yang pertama. Aku duduk-duduk sebentar dan ngobrol santai dengan resepsionis yang super ramah, Jeet namanya, seorang wanita India. Tak lama aku minta bantuan Jeet untuk pesan taksi dan cabut ke Jurong West Avenue untuk jemput barang kedua. Gempor yah? Ya enggak lah kan tinggal duduk di taksi. Tapi kantor vendorku yang kedua ini di lantai tiga dan nggak ada lift coyyyyy 😆😓

Bersama Jeet

Selesai transaksi, aku turun dengan lemas. Laper. Beruntung di depan ruko itu ada pasar yang jualan aneka jajanan. Aku pun langsung gercep jajan, makan dan minum di halte sebelum pesan taksi untuk pulang. Oh, aku punya satu tujuan lagi tapi nggak jauh dari pelabuhan, Henderson Industrial Park. 

Di sini, salesnya udah akrab banget kayak temen, namanya William, pria Chinese yang suka bercanda. Dia langsung girang banget denger aku datang. Aku disuruh langsung naik. Anggap aja rumah sendiri, ress 😂😂

"Hey Qori-san, how are you?" Will kegirangan begitu mukaku nongol di kantor mereka. Iya dia emang kebiasaan pake san karena tahu aku pernah belajar Bahasa Jepang dan mereka juga perusahaan Jepang.

"I am okay, but cold," jawabku sambil duduk tanpa dipersilakan (nggak sopan emang). Seperti judulnya, gloomy trip, emang hujan deras sejak pagi.

Will nawarin aku teh hijau dan aku mengiyakan. Pas banget kan sama suasana. Setelah transaksi, chit chat dan beberapa pergosipan kami, akhirnya aku pamit dan Will ngantar aku sampai ke bawah sampai aku dapat taksi. Tugas selesai, saatnya kembali ke pelabuhan. Perutku sudah keroncongan juga ternyata. 

Sampai di Pelabuhan, aku teringat pesanan GM kami yang dari Jakarta. Setelah keliling cari ternyata nggak ada. Tiba-tiba ada telepon dari bos di Batam.

👨    : Qori udah pulang belum?
👧    : Belum Pak, baru nyariin titipannya Pak X tapi nggak ada, gimana ya?
👨    : Ya udah nggak apa-apa, eh tapi ada satu lagi nih tugas, kalau mau
👧    : Apa tuh?
👨    : Jemput jaket Pak A di airport, kalau mau nanti saya kasih emailnya

Tanpa pikir panjang aku pun setuju, lumayan sekalian lihat air terjun Jewel yang baru buka. Berhubung kelaperan, aku cari tempat makan di pelabuhan yang bisa kuterima selain Bagus. Sembari makan, aku coba hubungi layanan pelanggan airport sesuai arahan bos. Aku sempat berpikir Pak A beli jaket di salah satu outlet bandara, terus tinggal ambil barangnya gitu. Ternyata jaketnya ketinggalan. Pas aku lihat detail pengaduannya, jaket Gucci coyyyy 😂😅

Mereka info kalau kantor mereka bakal tutup jam sembilan. Aku pun buru-buru ngabisin makanku. Di sini terjadi miskomunikasi yang pertama. 

👨    : Kami kan nggak sembarangan kasih barangnya ke orang, jadi kami minta surat kuasa ya
👧    : Tapi kan orangnya di Jakarta, boleh nggak orangnya email aja ke kalian? 
👨        : Ya udah nggak apa-apa di email, kamu boleh ke sini dua jam lagi ya

Aku putuskan untuk datengin bibiku dulu di Pasir Panjang sebelum berangkat ke airport dan berakhir berantem karena aku nggak nemu alamatnya. Akhirnya kuabaikan dia dan aku berangkat ke airport. 

Sampai di Terminal 2, aku langsung ikutin tanda panah untuk ke Jewel. Entah kenapa aku tiba-tiba berinisiatif telepon dulu ke customer service nya untuk tanya lokasi mereka. Nah, disini baru ketahuan ada miskomunikasi yang kedua. 

👨    : Loh, kok kamu belum kirim suratnya? Mana? Dari tadi kami tunggu-tunggu
👧        : Hah? Bukannya bosku udah email ya?
👨    : Iya tapi dia cuma email gitu aja, kami butuh surat yang ada tanda tangan dia (mampus!!!) 

Singkat cerita setelah telepon bos di Batam, aku bikin surat kuasa ala-ala dengan tanda tangan yang juga ala-ala. Aku fotoin ke bos Batam via WhatsApp terus bos Batam kirim ke aku via email. Jeng, jadi. Untung juga kok ada kertas kosong di sela-sela dokumen yang aku bawa hari ini ya. Kalau pena sih udah biasa, wajib di tas. 

Jalan kaki ke Jewel juga bikin megap-megap karena panik juga sih. Sampai di pintu Jewel, aku temui customer service nya, dia mengarahkan ke lost and found. Sumpah ya tempatnya bikin keder, apalagi dalam keadaan panik dan buru-buru (keburu tutup ya sia-sia dong perjalanan sayaaaa). 

Kena lo. Sampai juga akhirnya di bagian lost and found. Lupa juga tepatnya di bagian mana. Dengan muka memelas, aku tunjukkin surat kuasa yang dikirim bos Batam. Mereka terima. Yes!!!! Tapi tunggu, mereka minta ID nya Pak A. Aduhhhh cobaan apa lagi????

Aku coba telepon bos Batam. Aku tanya KTP, hampir dikirim. Tapi aku baru ingat, KTP kan ada tanda tangannya, nanti mereka curiga donggg dengan surat kuasanya. Setelah itu tercetuslah paspor saja. Aku pun tunjukkin paspor Pak A dan pasporku ke mereka dan voilaaaaa, "tunggu sebentar ya kami proses, maaf lama dan ribet ya prosesnya karena kami nggak berani kasih gitu aja barangnya kalau bukan bener-bener pemiliknya." Aku pun meng-oke-kan sambil nyomot permen di meja mereka lalu buru-buru nyari charger. 

Nggak berapa lama, namaku dipanggil dan jaket berharga itu diserahkan dalam sebuah kantong plastik transparan. Terima kasih, begitulah kira-kira kami saling berucap. Aku pun langsung cabut ke air terjun yang lagi banyak diomongin. Ternyata bagus juga waktu malam. Tak lupa aku mampir ke toilet. Berhubung pakai coverall, nggak nyaman banget kalau bolak-balik ke toilet, jadi aku kurangin asupan airku hari ini. 

Muka kucel setelah petualangan

Aku sudah siap kalau harus nginap malam ini, karena selesai dari Jewel saja sudah jam setengah sepuluh. Akhirnya aku nginap semalam di sana dan besok paginya aku langsung pulang dengan kasi pegal-pegal minta dipijit. 😂😂


Nos vemos,

Kirei Khan


*Note: pemalsuan surat kuasa jangan ditiru ya gaes, takut juga sih awalnya tapi gimana daripada sia-sia jalan ke Jewel tapi zonk 😋







No comments:

Post a Comment