Halooooo....
Aku mau review buku lagi nih. Kali ini salah satu buku best seller, yang juga salah satu yang direkomndasiin sama klub buku Narasi (cek deh di Instagram, terus follow). Alasanku beli buku ini karena rekomendasi dari penerbitnya terus setelah baca sinopsis yang ada di cover belakangnya kayaknya seru.
Judul buku : The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared
Penulis : Jonas Jonasson
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun terbit : 2013
Bahasa : Bahasa Indonesia
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Jumlah halaman : 498 halaman
ISBN : 978-602-291-500-3
Tempat beli : Toko Buku Gramedia, BCS Mall, Batam
Jonas Jonasson, pria kelahiran Swedia tahun 1960, sebelumnya bekerja sebagai wartawan dan juga pernah punya perusahaan di bidang konsultasi media. Buku ini terlahir karena Jonas membayangkan dirinya menjadi pria seratus tahun yang persis seperti Allan.
Allan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus dimulai. Wali Kota akan hadir. Pers akan meliput. Seluruh penghuni Rumah Lansia juga ikut merayakannya. Namun ternyata, justru yang berulangtahunlah yang tidak berniat datang ke pesta itu.
Melompat lewat jendela kamarnya, Allan memutuskan untuk kabur. Dimulailah sebuah perjalanan luas biasa yang penuh kegilaan. Siapa sangka, petualangannya itu menjadi pintu yang akan mengungkap kehidupan Allan sebelumnya. Sebuah kehidupan yang tanpa terduga Allan memainkan peran kunci di balik berbagai peristiwa penting paa abad kedua puluh. Membantu menciptakan bom atom, berteman dengan Presiden Amerika dan Tiran Rusia, bahkan membuat pemimpin komunis Tiongkok berutang budi padanya! Siapa sebenarnya Allan Karlsson.
Kalau kalian lagi nyari buku non fiksi yang bisa balikin mood kalian, aku juga mau rekomendasiin ini salah satunya. Ceritanya kocak tapi berisi bukan sekadar cerita garing ya. Berawal dari kabur menjelang pesta ulang tahunnya yang keseratus, Allan Karlsson bisa-bisanya sampai tiba di Bali dengan kehidupan yang serba mewah.
Aku paling suka tentu saja tokoh utamanya, si kakek tua yang tingkah polos dan konyol tapi cerdasnya menggelitik dan membuat aku sampe "hah kok bisa kayak gitu?"
Selain lucu, ternyata ada terselip pelajaran hidup yang aku ambil dari Allan, yaitu santai saja dalam menghadapi hidup, tidak perlu khawatir yang berlebihan mengenai peristiwa yang belum tentu akan terjadi. Hal itu yang selalu membuat Julius, kawan seperjalanan Allan kerap gondok sih. Tapi ada benarnya kan? Dengan begitu dia bisa hidup hinggal seratus tahun. Selain itu, Allan juga pria yang masih aktif meng-update informasi mengenai dunia politik yang selalu mengingatkannya pada masa Perang Dunia.
Kutipan bagus yang aku ambil dari buku ini:
"Orang boleh saja bertingkah semau mereka, tetapi menurut Allan, secara umum tidak perlu bersikap uring-uringan kalau ada kesempatan untuk tidak begitu."
"Orang boleh saja bertingkah semau mereka, tetapi menurut Allan, secara umum tidak perlu bersikap uring-uringan kalau ada kesempatan untuk tidak begitu."
Buku berlatar Swedia tahun 2005 ini ditulis dengan gaya yang begitu santai, khas Allan sampai aku pikir ini kayaknya Allan sendiri deh yang nulis ceritanya. Alur di buku ini pakai alur maju mundur di mana sebagian buku ini ada semacam flash back Allan ke masa Perang Dunia dimana dia bisa menjadi orang penting yang bertemu para pemimpin dunia.
Secara keseluruhan aku suka isi bukunya. Cuma mungkin kurang menikmati di bagian politiknya. Dan kelemahanku, baca buku dengan banyak tokoh, itu sulit. Sama halnya degan menonton film dengan banyak tokoh, butuh konsentrasi. Lemah 🙈
So, buat kalian yang pengin cerita gokil dan fresh, read this book! Kalau ada waktu luang bagusan langsung habis soalnya kalau bacanya ditunda-tunda kurang dapet feel-nya. 😁
Selamat membaca,
Kirei Khan


No comments:
Post a Comment